Malam ini Aku putuskan untuk memakai blouse biru dan celana ku yang creamy. Aku tau 2 malam lalu FC kesayangan dia dipuja banyak orang. Mungkin ini kencan perayaan rasa senangnya ;) Lagi-lagi Aku menjawab "Iya" saat nada dering BBM berbunyi, dan itu ajakan nya. Dia, laki-laki yang tidak pernah lelah menarikku ke dalam dunianya. Aku berani bertaruh bahwa Dia selalu melipat-lipat perasaannya, itu karena Aku.
Entah sudah berapa kali jarum jam berputar mengiringi pertemuan kita. Entah sudah sesering apa kita bercengkrama tanpa suara dan tanpa jarak. Seerat apapun pelukmu, tetap begitu wanginya. Tetap ku kenal aromanya. Selalu terpejam aku dibuat. Tetapi jangan salahkan tanganku yg tak bisa menerima hatimu, meski sudah sering kau taruh di depan mataku. Mengapa hati tak mampu mencintai yang mencintaiku?
"Jadilah perempuan yang mandiri, Nak." sepenggal kalimat yang bahkan mengalahkan riuhnya lagu-lagu Metalica atau A7x sekalipun. Iya, dalam darah ini mengalir deras rasa mandiri. Itulah mengapa, dua kerutan di dahiku muncul dengan sempurna.
Aku jadi tidak mengerti dan sering bilang mengapa, terkadang entah, terkadang ya sudah. Bagiku tidak mungkin Aku harus berdampingan denganmu si Manja yang pemberani, yang enggan berfikir jadi apa nanti. Pantaskah?
Kau pasti merasa Akulah luka yang paling elok. Mungkin selama ini Aku yang membangunkan tidurmu, tetapi suatu hari nanti pastilah mimpi buruk yang melakukannya. Ingat, banyak orang sibuk melakukan berbagai hal utuk menutupi kekurangannya, tetapi mereka lupa untuk mengasah kelebihannya. Semoga kamu tidak termasuk di dalamnya. Jadilah sesuatu untukku, jangan hanya berusaha menjadi siapa-nya Aku.
Rindu?
Pertemuan?
Cium?
Peluk?
Sudahlah...
Aku ini bukan pujaanmu. Aku yakin kau hanya salah satu pria yang suka akan tantangan dalam bercinta. Jangan rayu aku dengan harta orangtua mu. Aku pun tau temanmu di saat penolakan akan status terucap dari mulut ini. Asal kamu ingat, Alkohol tidak akan mengeringkan air matamu. Alkohol hanya menunda kesedihanmu supaya kamu bisa menangis lagi di keesokan harinya.
Banyak pertarungan di dalam hatiku. Selalu berdiri di atas hujan. Mendayung bersama ombak. Tetapi memang harus Aku pergi. Percayalah, meninggalkanmu kulakukan dengan berjalan mundur. Sampai ahirnya Aku tidak terlihat, tetapi memelukmu dari belakang.
Sesungguhnya,
Aku memahkotai Cinta ini dengan rasa yang paling sedih
Untukmu, Aku
Peluk Aku dengan masa depanmu